Berbekal Usaha Kue Keroncong Dapat Membantu Biaya Hidup dan Ekonomi Keluarga

img

Pelaku UMKM Kue Keroncong Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang (pict : riz/pk)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Membuka usaha memerlukan tekad dan niat yang matang. Hal itu telah dibuktikan oleh Ibu Rumah Tangga (IRT) di Desa Teluk Dalam Kecamatan Tenggarong Seberang, Sisilia Erawati.

 

Sisilia Erawati menjalani UMKM dibidang kuliner yaitu memproduksi jajanan tradisional Kue Keroncong. Dengan serus mengeluti usaha ini. Hasil dari buah kerja keras itu, dirinya telah mampu membantu biaya hidup dan meningkatkan perekonomian keluarga secara perlahan.

 

Dalam penuturan Sisilia Erawati, usaha  berjualan Kue Keroncong ini telah Ia jalankan sejak lama. Dengan keterampilan yang  dimiliki, dirinya dapat memproduksi kue dengan rasa yang nikmat dan lezat. Usaha tersebut diberi nama 'Kue Keroncong Nadinah'. Ia berjualan setiap hari, dari pagi hingga malam dengan sabar menunggu pembeli yang datang.

 

Kue Keroncong itu dibandrol dengan harga 1000 per potong. Sisilia Erawati mengaku alasan Ia memilih berjualan Kue Keroncong, karena makanan itu merupakan makanan tradisional dan mudah dibuat. Bahan baku pun mudah didapat serta terjangkau. Dalam sehari pendapatan yang diperoleh dari berjualan Kue Keroncong rata-rata 400 ribu hingga 500 ribu rupiah.

 

"Dalam sehari bisa menghabiskan sekitar 2-3 Kg adonan. Kue Keroncong ini sudah menjadi produk unggulan UMKM di desa Teluk Dalam. Pembeli khususnya masyarakat sudah paham bahwa Teluk Dalam terkenal dengan khas Kue Keroncong," kata Sisilia Erawati pada Poskotakaltimnews, Kamis (26/9/2024).

 

Dalam menjalankan usaha ini, Ia bersyukur lantaran mendapat perhatian dari Pemerintah. Berbagai bentuk perhatian yang diberikan kepada pelaku UMKM lokal. Pemerintah daerah sangat mendukung terhadap sektor ekonomi kreatif atau UMKM.

 

"Dukungan pemerintah daerah yang telah saya rasakan sangat banyak, mulai dari pemberian bantuan rombong, fasilitasi izin usaha hingga fasilitasi wadah bagi pelaku UMKM dalam pelaksanaan event," ucapnya.

 

Ia menilai, dukungan yang diberikan Pemerintah Daerah itu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat terutama pengusaha kecil lokal. Selain sebagai pembangunan sektor ekonomi, juga mempermudah dalam membuka peluang berusaha dan bekerja.

 

Terpisah, pelaku UMKM kue keroncong Nur Mili di Desa Teluk Dalam juga menyebutkan, peran pemerintah daerah kepada pelaku UMKM ini luar biasa. Sementara dukungan yang telah dirasakan diantaranya mendapatkan satu unit rombong dan pelatihan.

 

"Saya mengapresiasi kepada pemerintah daerah, bantuan yang diberikan itu sangat bermanfaat bagi kelancaran berusaha," sebut Nur Mili.

 

Selain kue keroncong, Nur Mili juga berjualan kue lainnya seperti bolu kering, kue lidah sapi, dan kue kering lainnya. Dalam sehari ia berhasil mendapatkan uang sekitar 1 juta rupiah dari hasil berjualan.

 

"Khususnya Kue Keroncong bisa menghabiskan adonan 3 Kg. Saya berjualan sejak 2020 lalu," ujarnya.

 

Sementara itu Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Sayid Fhatullah mengatakan, apabila ingin berkembang usahanya pelaku UMKM harus mengevaluasi yang terpenting memperhatikan kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Dengan memperhatikan 3 hal itu, diyakini dapat berpengaruh terhadap peningkatan penjualan mereka.

 

"Kami sangat komitmen terus mendukung pelaku UMKM lokal. Dukungan yang diberikan diantaranya fasilitasi izin usaha, peningkatan pelaku usaha hingga bantuan alat produksi," kata Sayid Fhatullah

Dari upaya itu, pemerintah daerah menginginkan pelaku UMKM naik kelas. Sehingga terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan menekan angka kemiskinan maupun pengangguran. (adv/riz)